Senin, 05 November 2012

MENGAPA KINERJA KITA KURANG MEMUASKAN

Perlu diketahui kinerja yang menjadi tanggungjawab kita yaitu sudah ada di peraturan instansi di tempat kita kerja berupa surat keputusan uraian tugas kita masing-masing. Pertanyaanya apakah kinerja kita sudah memuaskan pelanggan? kalau jawabannya puas, artinya instansi itu pasti makmur disegala bidang, kalau jawabannya tidak puas, pasti ada perbedaan kemakmuran di satu bidang. Ini pernyataan yang bermasalah serius, kesenjangan inilah yang harus diselesaikan namun benturannya adalah  ada aturan yang mengikat namun tak punya kemampuan dana yang kuat alias gurauan yang berbahaya karena berurusan dengan penjara, nilai kriditnya rendah sehingga empat tahun lebih baru bisa naik pangkat (untuk fungsional). Dan ada yang makmur dengan tanpa mencari nilai kredit apapun empat tahun secara otomatis naik pangkat (struktural). Orang menganggabnya semua jenis kerjaan itu sama. Anggapan seperti itu perlu dibenahi karena tidak mengerti setruktur (peta konsep) tentang kinerjanya. Ngomong sih gampang, melaksanakan  pembenahan bagi panitia itu artinya kerja dan dapat ampau berupa kepuasan dan harta serta badan semakin sehat dan gemuk sementara yang dibenahi menganggabnya sebagai hiburan / refreseng saja alias usaha siapapun sia-sia belaka. Kesejahteraan karyawan sudah memuaskan sehingga bisa bekerja dengan memperoleh hasil yang sangat memuaskan, namun kesejahteraan itu harus sesuai yaitu hasil kinerja dapat diselesaikan dengan waktu yang cepat maka hendaknya kesejateraan itupu harus diturunkan dengan cepat pula.jangan kesejahteraan yang cukup itu jadi sia-sia cuman hanya gara-gara waktu dan kecepatan dalam berbuat itu rendah. Masalah-masalah seperti ini seperti benang ruwet saja, semakin diperbaiki malah semakin ruwet. Lantas dengan senjata apa agar supaya personel bisa saling memahami, mengerti, kasih, sayang, menghargai, menghormati, mengampuni, maaf, sehingga penjara itu kosong tak ada penghuninya, jangan senang kalau terjadi sebaliknya. Untuk bisa memperbaiki benang yang ruwet tersebut maka kembalilah keyang benar yaitu Islam yang berpedoman Al-Quran, Hadist, dan Assunah insya Alloh benang ruwet tadi bisa diatasi. Kuncinya kita bersatu untuk percaya/yakin, ikhlas dalam segala hal. Usahakan kerja mandiri jangan selalu tergantung penguasa negeri, walaupun penguasa negeri mengikat kita dengan undang-undang. Saya yakin dengan tujuan yang baik kalaulah ada kekeliruan pasti bisa diperbaiki lagi. Ingat perbaikan, oke?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar