Minggu, 20 Januari 2013

SEPULUH KEMAMPUAN DASAR GURU


SEPULUH KEMAMPUAN DASAR GURU
01.     MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN
a.       Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b.      Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa pancasila
c.       Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru
02.     MENGUASAI LANDASAN KEPENDIDIKAN
a.       Mengenal tujuan pendidikan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional
b.      Mengenal sekolah dalam masyarakat
c.       Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam PBM
03.     MENGUASAI BAHAN PENGAJARAN
a.       Menguasai bahan pengajaran kurikulum
b.      Menguasai bahan pengayaan
04.     MENYUSUN PROGRAM PENGAJARAN
a.       Menetapkan tujuan pendidikan
b.      Memilih dan mengembangkan bahan pengajaran
c.       Memilih dan mengembangkan setrategi belajar mengajar
d.      Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai
e.      Memilih dan memanfaatkan sumber belajar
05.     MELAKSANAKAN PROGRAM PENGAJARAN
a.       Menciptakan iklim belajar mengajar yang sehat
b.      Mengatur ruang belajar
c.       Mengolah interaksi belajar mengajar
06.     MENILAI HASIL DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG TELAH DILAKSANAKAN
a.       Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran
b.      Menilai proses belajar yang telah dilaksanakan
07.     MENYELENGGARAKAN PROGRAM BIMBINGAN
a.       Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar
b.      Membimbing siswa yang berkelainan dan berbakat khusus
c.       Membimbing siswa untuk menghargai pekerjaan di masyarakat
08.     MENYELENGGARAKAN ADMINISTRASI SEKOLAH
a.       Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah
b.      Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah
09.     BERINTERAKSI DENGAN SEJAWAT DAN MASYARAKAT
a.       Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional
b.      Berinteraksi dengan masyarakat untuk penuaian misi pendidikan
10.     MENYELENGGARAKAN PENELITIAN SEDERHANA UNTUK KEPERLUAN PENGAJARAN
a.       Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah
b.      Melaksanakan penelitian sederhana

Minggu, 13 Januari 2013

GURU

Guru adalah orang dewasa yang senantiasa memberikan ilmu pengetahuan kepada murid atau orang lain yang membutuhkan. Lembaga sekolahan adalah tempat guru melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar selama delapan (8) jam yaitu jam 07.30 s/d 14.00 selama satu minggu, libur satu hari yaitu hari minggu. kalaulah ada masalah didalam delapan jam maka di delapan jam itu ada kegiatan belajar mengajar di sekolahan itu pasti tidak berjalan dengan lancar. Masalah itu merupakan kesalahan besar buat guru karena meninggalkan tugasnya yang seharusnya diselesaikan dengan cara yang bijaksana bukan dengan cara yang anarkis yaitu mengumbar amarah ketika membuat keputusan yang mana keputusan itu melemahkan masa depan seorang murid yang haus akan belajar ternyata diberi keputusan oleh guru yang tidak memuaskan. Guru yang tugasnya memberi pengaruh baik selain delapan jam maka di jam-jam berikutnya senantiasa tetap konsisten tidak melangga pengaruh guru. kalau guru tidak bisa memberikan pengaruh kepada siswanya selama hidupnya maka jangan disebut guru tapi sebutlah itu hewan yang salah berfikir positif, hanya marah-marah melulu supaya tidak tampak jeleknya. Guru harus sabar, berwibawa, taat kepada tuhan, tekun, ulet, dan melemahn kalau ada kebijakan dalam pembinaan. Guru bukan hakim yang bicaranya selalu menghakimi siswa sesuai dengan peraturan, padahal peraturannya sudah tidak sesuai tetap diterapkan alias buta yaitu buta mata dan juga buta hati. Guru sekarang banyak disibukkan oleh kegiatan di luar sana yang sudah diatur oleh pemerintah untuk bisa mengikuti ini dan itu dengan harapan supaya guru bisa tugas dengan sebaik-baiknya, eh ternyata siswa ditinggal kelayapan kesana kemari sambil menantang petugas sekolah akhirnya timbul catatan khusus sehingga murit tidak bisa naik kelas atau di keluarkan, sungguh tidak adil. Guru tidak bisa mengikuti arus maka guru itu akan tergilas oleh egonya sendiri. Sekarang pemerintah Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga nya bagaimana? Apakah harus begini terus menerus. Sadar tidak sadar ini harus disadari karena ini tugas suci kita, makan kita, sandang pangan kiata sesampai kita bisa naik haji dan sebagainya. 

ANAK BELAHAN JIWA

Anak adalah hasil turunan dari kedua orang tua yang disinari oleh kakek neneknya sehingga sifat-sifatnya hampir seperti pendahulunya dan pengalaman yang ada dilingkungan yang memaksa untuk berbuat baik maupun tidak baik tapi toh akhirnya mendapatkan petunjuk bahwa perbuatannya ternyata sudah masuk dalam memori otaknya yang disimpan dalam hati kecilnya sehingga selalu ingat bahwa dulu pernah berbuat seperti apa. Baiknya anak menyenagkan serta membahagiakan kedua orang tua dan buruknya juga menghancurkan kedua orang tuanya sehingga orang tua tidak bisa meraik prestasi lagi. Anak adalah tempat ujian ke dua orang tuanya walaupun sampai dimanapun orang tua tidak pernah terlepas pengaruhnya. Baik buruknya anak adalah rahasia Tuhan. Kadang kita menilai baik eh ternyata sebalinya. Kadang kita menilai buruk eh ternyata sebaliknya. Disayang-sayang eh ternyata malah membantah. Ada kisah anaknya Nabi Nuh AS ketika ditempa banjir ternyata anak dan istrinya malah menjauh dari ayahnya. Dan akhirnya Tuhan mengingatkan Nuh "hal ikhwal anak itu urusan/rahasia Tuhan, janganlah engkau seperti orang yang tak berilmu pengetahuan/berpendidikan)

Senin, 07 Januari 2013

ANAK KITA

Anakmu milikmu. Mereka adalah titipan sang hidup dengan segala jiwa dan raganya. Dititipkan untuk dikasihi dan disayangi, supaya jiwa tak terlepas dari raganya. Jiwa diberikan ilmu pengetahuan dan raganya diberi pakaian dan segala kebutuan hidupnya di dunia ini. Dihormati, dihargai, dirawat, dilindungi, diberi jika membutuhkan, membesarkan hatinya, memberikan semangat, diberikan contoh bagaimana cara menyelesaikan masalah, sehingga kelak dewasa jadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Kami hanya bisa memberi tak bisa meminta ataupun memohon, hanya belah kasian anak yang solehlah kita bisa diberi, dan kebermanfaatan kasih sayang terhadap anak yang solehlah yang nantinya akan membawa orang tua masuk sorga. Kita mengucapkan terimakasih dengan dada lega bahagia. Jika diambil kembali oleh Tuhan kita lega tugas kita sudah selesai. Dan ternyata semua ini bukan milik kita tetapi titipan Tuhan yang berhak dan mewajibkan kepada kita supaya kita beramal dengan ihlas dan itu merupakan bentuk ujian yang Tuhan berikan kepada kita (mengabdi). Tuhan tidak beranak dan juga tidak diperanakkan namun Tuhan menciptakan makhluknya dengan proses melalui kedua orang tua anak yang sedang melaksanakan perintahNya yaitu menikah bukan kawin sembarangan.

ANAK

Hasil pertemuan seorang ayah dan seorang ibu (orang tua) yaitu anak. Orang tua tidak hanya senangnya saja tapi juga sedihnya untuk menerima titipan Tuhan. Anak memang bukan milik kita yang hanya bisa disuruh-suruh saja, tetapi orang tua dititipi untuk merawat, mengasihi, menyayangi, melindungi, supaya jiwanya tidak terlepas dari raganya. Jiwa membutuhkan ilmu pengetahuan, raga membutuhkan sandang dan pangan. Jiwa dan raga adalah merupakan satu kesatuan yang tak boleh dipisahkan. Ini tugas kita supaya anak tetap hidup. Kalau orang tua tidak pernah merasa memiliki maka anakpun juga tidak pernah merasa memiliki orang tua maka apa yang terjadi! Anak adalah titipan untuk dimiliki supaya bisa dididik, diajari, diberikan contoh bagaimana menyelesaikan masalah sehingga dewasa kelak jadi anak soleh berbagti kepada orang tua,  agama, nusa, dan bangsa. Bukan malah jadi musuh yang melawan siapapun. Disuruh-suruh merupakan bentuk kasih sayang orang tua kepada anak. Untuk mencapai kedewasaan prosesnya membutuhkan waktu dan kecepatan dalam berbuat sehingga mendapatkan sesuatu yang bisa memuaskan. Jadi dapat disimpulkan anak adalah titipan yang diberikan kepada kita untuk bisa dimiliki.