Senin, 19 November 2012

KHUSUK

      Khusuk adalah perhatian seseorang terhadap Tuhan Alloh SWT sampai ditingkat tertinggi. Tingkatan inilah yang dinilai untuk dijadikan rujukan apakah orang itu betul-betul mengapdi atau tidak mengapdi hingga dapat menentukan penghargaan apa yang harus diberikan kepada orang itu dengan seadil-adilnya.
      Khusuk juga dapat berfungsi dalam mencapai ilmu atau belajar yang dipegang oleh para guru sehingga dapat menentukan apakah pelajaran yang guru sampaikan itu daya serapnya sudah tuntas atau belum tuntas yang dinyatakan dalam bentuk angka dan ditungkan didalam laporan semester atau tahunan (raport).
      Khusuk juga bisa dijadikan kunci keberhasilan seseorang dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan denbgan baik dan sukses.
      Khusuk berarti fokus dalam berbuat, berfikir, berobat, membangun, memimpin, dan lain-lain kegiatan yang ada disetiap diri manusia yang ingin tetap hidup dengan damai, indah, sehat, sejuk, bersahaja.
      Ingin sukses dalam segala hal ? perhatikanlah apa saja yang kamu pelajari baik secara satu persatu atau secara bersamaan (maksudnya masalahnya), kalau tidak punya kemampuan untuk mendapatkannya maka jangan hiraukan ejekan, gurauan, disekitarmu yang membuat dirimu tidak nyaman, maka dari itu berwaspadalah jangan sampai lengah dan banyaklah bersyukur ingat kepada yang mempunyai alam semesta ini, yaitu Tuhan Alloh SWT.
      Semua manusia mempunyai kesalahan hanya ebleslah yang tidak mempunyai kesalahan karena dirinya ditakdirkan untuk berbuat salah dan Malaikat karena ditakdirkan untuk berbuat benar, maka dari itu hanya manusialah mahluk Tuhan yang sempurna yang nantinya akan menghuni neraka sampai ke sorga.

Selasa, 13 November 2012

PENGUKURAN BESARAN FISIKA

Pengukuran Besaran Fisika

By Rachmat A Syukur

Hai semuanya… para Peselancar Fisika… Apa kabar?…

Semoga Anda sehat selalu ya…  dan tetap semangat belajar Fisika SMA di www.fisika-sma.us ….OK !
Senang deh rasanya saya bisa menemani anda dan bisa menjadi sahabat anda di saat anda sedang belajar Fisika SMA. Perlu diingat ya… materi Fisika SMA merupakan lanjutan dari materi Fisika SLTP, dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tetapi anda jangan terlalu khawatir… biasa aja legee… Yang penting khan anda ada kemauan untuk belajar dan siap untuk belajar Fisika SMA ya toh?… disamping itu, khan sebelumnya sudah saya berikan pengantar pembelajaran Fisika SMA-nya, seperti: Fisika, Fisika dan Sains, Fisika dan Matematika, dan juga Tips Belajar Fisika. Bagaimana? … are you ready?…
O iya… untuk Anda yang memang benar-benar baru belajar Fisika SMA di kelas X, berdasarkan KTSP-nya, materi pembelajaran Fisika SMA yang pertama kali adalah Pengukuran. Dan sebelum kita membahasnya lebih lanjut, ada tiga pertanyaan pendahuluan yang berhubungan dengan Pengukuran Besaran Fisika, yaitu:
  1. Tahukah Anda, apa itu mengukur ?…
  2. Besaran apa saja yang bisa diukur dan apa nama alat pengukurannya?…
  3. Informasi apa saja yang didapat dari hasil pengukuran?…
Nah.. supaya Anda bisa menjawabnya, coba dech anda perhatikan dan amati gambar kegiatan pengukuran besaran fisika di bawah ini !
1. Pengukuran panjang dengan menggunakan mistar/penggaris
mistar dan penggunaannya
mistar dan penggunaannya
2. Pengukuran panjang dengan menggunakan jangka sorong
Jangka sorong dan penggunaannya
Jangka sorong dan penggunaannya
3. Pengukuran panjang dengan menggunakan mikrometerskrup
mikrometerskrup dan penggunaannya
mikrometerskrup dan penggunaannya
4. Pengukuran massa dengan menggunakan neraca/timbangan

neraca dan penggunaannya
neraca dan penggunaannya
5. Pengukuran waktu dengan menggunakan stopwatch

stopwatch dan penggunaannya
stopwatch dan penggunaannya
6. Pengukuran suhu/temperatur dengan menggunakan thermometer

thermometer dan penggunaannya
thermometer dan penggunaannya
7. Pengukuran arus listrik dengan menggunakan amperemeter
amperemeter dan penggunaannya
amperemeter dan penggunaannya
Coba Anda amati lagi gambarnya sampai Anda benar-benar mengerti dan memahami maksudnya. Saya percaya bahwa sebagian besar alat ukur di atas sudah tidak asing lagi buat Anda, karena memang alatnya ada di sekolah, yang kemungkinannya Anda telah melihat wujudnya dan bahkan Anda telah mencobanya pada kegiatan praktikum fisika. Semoga ya…
Gambar-gambar di atas dapat menjadi petunjuk bagi anda untuk bisa menjawab  semua pertanyaan pendahuluan secara utuh. Bahkan anda dapat mengembangkan jawabannya seperti berikut ini.
Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang dapat diukur dengan sesuatu yang dijadikan sebagai acuan. Sesuatu yang dapat diukur,kemudian hasilnya dinyatakan dengan angka-angka, dinamakan besaran. Besaran Fisika dikelompokkan menjadi Besaran Pokok dan Besaran Turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu dan merupakan besaran dasar. Sedangkan besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Panjang, massa, waktu, suhu dan arus listrik merupakan contoh besaran pokok. Luas, volume, massa jenis, kecepatan dan gaya merupakan contoh dari besaran turunan. Dalam Sistem Internasional (SI) terdapat tujuh besaran pokok yang mempunyai satuan dan dua besaran pokok yang tidak mempunyai satuan. Sedangkan untuk mengukur suatu besaran fisika biasanya menggunakan alat ukur sebagaimana yang telah diperlihatkan pada gambar berbagai pengukuran besaran fisika di atas.
Berikut ini adalah tabel besaran pokok fisika

Tabel Besaran Pokok
Tabel Besaran Pokok
Saat melakukan pengukuran, informasi yang kita peroleh dari hasil pengukuran dapat berupa angka-angka yang disebut dengan angka penting. Angka penting sendiri terdiri dari angka pasti dan angka tangsiran. Disamping angka-angka, digunakan juga satuan pengukuran besaran fisika yang sesuai dengan Sistem Internasional (SI) sebagaimana tabel di atas. Dengan demikian, kegiatan pengukuran menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran fisika. Oleh karenanya, saat Anda akan melakukan pengukuran besaran fisika, lakukanlah secara benar dengan mengikuti aturan-aturan sistem internasional yang telah disepakati bersama.
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:

  • Ringkasan Materi
  • Bahan Presentasi
  • Soal dan pembahasan
  • Soal Evaluasi

Senin, 12 November 2012

PENJUMLAHAN VEKTOR

Penjumlahan Vektor

By Rachmat A Syukur
Halo… para Peselancar Fisika yang luar biasa…
Gimana khabarnya hari ini?…  semoga Anda hari ini luar biasa dan selalu semangat belajar Fisika SMA di www.fisika-sma.us ….OK ! 
Mohon maaf sebelumnya, kalo postingannya agak terlalu lama di-up load, maklum yaa… he.. he.. :lol:  Ok dech… Kali ini kita akan membahas tentang Penjumlahan Vektor, yang merupakan bahasan lanjutan dari Pengukuran Besaran Fisika.
speedometer
speedometer
Sebelum membahasnya, pastinya Anda sudah tahu dong yang namanya “speedometer”, yaitu alat ukur untuk mengetahui kelajuan. Ketika Anda menaiki sebuah kendaraan, misalnya mobil dan Anda duduk di samping driver, pada umumnya, setiap mobil dipasangi speedometer. Speedometer ini mudah terlihat, karena memang harus diletakkan di depan driver pada ruang kabin mobil. Saat mobilnya bergerak, jarum penunjuk pada skala speedometer (non digital) akan ikut bergerak atau bergeser, yang berarti menunjukkan seberapa cepat atau lambatnya mobil itu bergerak. Yang menjadi pertanyaan kita adalah mengapa speedometer digunakan sebagai alat ukur kelajuan bukan kecepatan? Emang… apa bedanya antara kelajuan dan kecepatan?

Berdasarkan besar dan arahnya, besaran fisika dikelompokkan menjadi dua yaitu besaran vektor dan besaran skalar. Besaran yang mempunyai besar dan arah disebut besaran vektor atau sering disebut vektor. Sedangkan, besaran yang hanya mempunyai besar saja dan tidak memiliki arah disebut besaran skalar. Kelajuan merupakan besaran skalar dan kecepatan merupakan besaran vektor. Angka yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk pada skala speedometer menyatakan besar cepat atau lambatnya pergerakan mobil tanpa disertai arahnya, oleh sebab itu speedometer digunakan sebagai alat ukur kelajuan bukan kecepatan. Jika yang dimaksudkan adalah kecepatan, maka harus disertai dengan arahnya, walaupun besarnya sama. Misal, mobil itu bergerak dengan kecepatan 80 km/jam ke arah Barat. Dengan demikian akan nampak jelas perbedaan antara besaran vektor dengan skalar.
Bagaimana kawan… sejauh ini mudahkan Anda memahaminya?
Yuk kita lanjut pembahasannya…
vektor resultan
vektor resultan
Dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya banyak peristiwa yang berkaitan dengan besaran vektor. Ketika Anda naik sebuah perahu di suatu sungai yang airnya mengalir, Anda menginginkan arah perahu tegak lurus terhadap arus sungai. Arah gerak perahu tidak akan pernah lurus tiba di seberang, melainkan akan bergeser searah gerak aliran air. Itu artinya, terdapat dua vektor yang arahnya saling tegak lurus satu sama lain yaitu, arah perahu dan arah aliran sungai. Akibatnya, arah perahu akan bergeser searah gerak aliran sungai atau disebut sebagai vektor resultan perahu.
Vektor resultan disini adalah penjumlahan vektor, karena untuk menentukan posisi akhir beberapa vektor diperoleh dengan cara menjumlahkan vektor, baik perpindahannya maupun kecepatannya. Penjumlahan vektor tidak sama dengan penjumlahan skalar disebabkan vektor memiliki besar dan arah. So… vektor yang diperoleh dari hasil penjumlahan beberapa vektor disebut vektor resultan.
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:
  • Ringkasan Materi
  • Bahan Presentasi
  • Soal dan Pembahasan
  • Soal Evaluasi

GELOMBANG CAHAYA

Gelombang Cahaya

By Rachmat A Syukur
Hi… para Peselancar Fisika dimanapun Anda berada…
Terima kasih ya Anda masih menyempatkan diri berkunjung ke site kami, Fisika SMA online di www.fisika-sma.us. Bahasan kali ini masih tentang gelombang yakni Gelombang Cahaya atau Cahaya, lanjutan dari Gelombang Bunyi dan Gelombang Mekanik. Langsung aja yuk…
starlight
starlight
Saat cuaca cerah, pada siang hari kita bisa melihat matahari dan malamnya bisa melihat bulan ataupun bintang. Matahari, bulan dan bintang adalah bagian dari benda langit, yang ketika kita melihatnya ataupun mengamatinya, informasi yang bisa kita tangkap langsung dari benda langit tersebut berupa cahaya. Dan dari cahaya tersebut para astronom dapat menentukan posisi, jarak, warna, suhu, jenis zat yang dikandungnya, energi dan lain sebagainya. Jadi cahaya itu ilmu, cahaya merupakan bagian dari fenomena fisika, tanpa cahaya bisa jadi ilmu astronomi tidak akan pernah ada, tanpa cahaya kita tidak akan bisa hidup. Dari fenomena cahaya ini, banyak para ilmuwan yang telah memunculkan berbagai gagasan ataupun teori tentang cahaya. Namun demikian, didalam ilmu pengetahuan, kebenaran dari suatu gagasan maupun teori akan sangat di tentukan oleh uji eksperimen.
Gelombang Cahaya
Rainbow
Ilmuwan  Abu Ali Hasab Ibn Al-Haitham (965–sekitar 1040), menyatakan bahwa setiap titik pada daerah yang tersinari cahaya, mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah, namun hanya satu sinar dari setiap titik yang masuk ke mata secara tegak lurus yang dapat dilihat. Sedangkan cahaya lain yang mengenai mata tidak secara tegak lurus tidak dapat dilihat.
Ada teori Partikel oleh Isaac Newton (1642-1727) dalam Hypothesis of Light pada 1675 bahwa cahaya terdiri dari partikel halus (corpuscles) yang memancar ke semua arah dari sumbernya. Teori Gelombang oleh Chrisiaan Huygens (1629-1695), menyatakan bahwa cahaya dipancarkan ke segala arah sebagai gelombang seperti bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombang saja.
Pada zaman Newton dan Huygens hidup, orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan medium. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat cahaya matahari sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang seperti yang dikatakan Huygens. Inilah kritik orang terhadap pendapat Huygens. Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik (dugaan) yang bernama eter. Zat ini sangat ringan, tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. Eter membuat cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi.
Pada dekade awal Abad 20, berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan seperti Thomas Young (1773-1829) dan Agustin Fresnell (1788-1827) berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi. Gejala alam yang khas merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel. Percobaan yang dilakukan oleh Jeans Leon Foulcoult (1819-1868) menyimpulkan bahwa cepat rambat cahaya dalam air lebih rendah dibandingkan kecepatannya di udara. Padahal Newton dengan teori emisi partikelnya meramalkan kebalikannya. Selanjutnya Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektomagnetik. Sesuatu yang yang berbeda dengan gelombang bunyi yang tergolong gelombang mekanik. Gelombang elekromagnetik dapat merambat dengan atau tanpa medium dan kecepatan rambatnya pun amat tinggi bila dibandingkan dengan gelombang bunyi. Gelombang elekromagnetik merambat dengan kecepatan 300.000 km/s. Kebenaran pendapat Maxwell tak terbantahkan ketika Hertz (1857-1894) berhasil membuktikan secara eksperimental yang disusun dengan penemuan-penemuan berbagai gelombang yang tergolong gelombang elekromagnetik seperti sinar x, sinar gamma, gelombang mikro RADAR dan sebagainya.
Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan gelombang elektomagnetik umum diterima oleh kalangan ilmuwan, walaupun hasil eksperimen Michelson dan Morley di tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter seperti yang di sangkakan keberadaan oleh Huygen dan Maxwell.
Di sisi lain pendapat Newton tentang cahaya menjadi partikel tiba-tiba menjadi polpuler kembali setelah lebih dari 300 tahun tenggelam di bawah populeritas pendapat Huygens. Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel, Max Plack (1858-1947) dan Albert Einstein mengemukan teori mereka tentang Foton..
Berdasarkan hasil penelitian tentang sifat-sifat termodinamika radiasi benda hitam, Planck menyimpulkan bahwa cahaya dipancarkan dalam bentuk-bentuk partikel kecil yang disebut kuanta. Gagasan Planck ini kemudian berkembang menjadi teori baru dalam fisika yang disebut teori Kuantum. Dengan teori ini, Einstein berhasil menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elekton dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya.
Jadi dalam kondisi tertentu cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Hal ini di sebut sebagai dualisme cahaya. (source: e-dukasi.net)
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:

GELOMBANG BUNYI

Gelombang Bunyi

By Rachmat A Syukur
Halo… para  Peselancar Fisika yang luar biasa…
Gimana khabarnya hari ini?…  semoga Anda hari ini luar biasa dan selalu semangat belajar Fisika SMA di www.fisika-sma.us. Bahasan kali ini adalah tentang Gelombang Bunyi atau Bunyi, yang merupakan lanjutan dari Gelombang Mekanik. Ok sobat… kita lanjut yuk.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya jika dunia ini begitu sepi… hening… tanpa bunyi / suara?..  Atau sebaliknya… Pernahkah Anda membayangkan jika dunia ini terlalu berisik… bising…, banyak terdengar suara mesin pabrik, suara kendaraaan bermotor atau suara lainnya yang memekakkan telinga?… Apalagi kondisi ini berlangsung cukup lama… jangan deh… cukup dalam bayangan saja…

Gelombang Bunyi
Sound Waves and their Sources
Bunyi atau Suara merupakan salah satu fenomena fisika yang selalu kita alami sehari-hari. Contoh bunyi yang sering kita nikmati adalah musik. Musik bisa memberikan inspirasi saat kita sedang belajar, bekerja atau beraktifitas. Gimana jadinya ya kalau dunia ini tanpa musik?
Adakalanya bunyi itu bisa juga menjadi sumber polusi manakala yang kita dengar itu berupa musik keras yang berlebihan, suara bising knalpot kendaraan bermotor, suara mesin pesawat terbang dan aktifitas pabrik.. semuanya dapat menjadi sumber polusi suara… ya tho?
Karenanya, bunyi adalah anugrah Tuhan yang mesti kita syukuri. So.. bahasan tentang gelombang Bunyi cukup menarik untuk dipelajari bukan?…
Dalam fisika, Bunyi atau suara adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium, yang dihasilkan oleh getaran mekanis dan merupakan hasil perambatan energi. Sumber bunyi sebagai sumber getar memancarkan gelombang-gelombang longitudinal ke segala arah melalui medium baik padat, cair maupun gas. Sumber getar tersebut bisa saja berasal dari dawai/kawat, pipa organa, bahkan ombak di pantai.
Kebanyakan suara merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz). Bunyi tunggal  yang frekuensinya teratur dinamakan nada, sedangkan bunyi tunggal  yang frekuensinya tidak teratur dinamakan desis. Amplitudo gelombang menentukan kuat-lemahnya suatu bunyi atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam decibel (dB). Semakin tinggi amplitudoya semakin nyaring bunyi tersebut. Bunyi pesawat yang lepas landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.
Manusia dapat mendengar bunyi saat gelombang bunyi merambat di udara atau medium lain sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz dinamakan ultrasonik dan di bawah 20 Hz dinamakan infrasonik.
Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara yang tidak pernah merambat melainkan bergetar maju-mundur. Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Itulah alasannya mengapa Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal. Bunyi mengalami gejala gelombang seperti  interferensi, pemantulan, pembiasan dan difraksi. Bunyi merupakan gelombang mekanik karena hanya dapat merambat melalui medium (zat padat, cair atau gas) dan tidak dapat merambat dalam vakum.
Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi akan merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam,  jauh lebih cepat daripada di udara.
Adakalanya frekuensi yang didengar oleh pengamat mengalami perubahan sacara tiba-tiba manakala sumber bunyi (misal klakson mobil) bergerak mendekati atau menjauhi menurut pengamat yang diam. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Doppler, yaitu perbedaan frekuensi yang diterima oleh pendengar dengan frekuensi asli sumber getarnya relatif antara  pendengar dan sumber bunyi. Bila kedudukan antara pengamat dan sumber saling mendekat, maka pengamat mendengar frekuensi yang lebih tinggi, dan bila kedudukannya saling menjauh maka pengamat mendengar frekuensi yang lebih rendah. Dan fenomena ini berhasil dijelaskan oleh fisikawan Christian Johann Doppler (1803-1855) pada tahun 1842.
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:

GELOMBANG MEKANIK

Gelombang Mekanik

By Rachmat A Syukur
Hai … Apa khabar para Peselancar Fisika yang berbahagia…
Mudah-mudahan fine-fine aja ya. Ok kawan…. sukses ya, Anda kini telah sampai pada bahasan tentang gelombang Mekanik. Bahasan yang sangat mudah dipahami bila Anda tekun mengkaji dan rajin belajar ataupun berlatih menyelesaikan soal-soal latihan. Mudah-mudahan Belajar Fisika SMA di www.fisika-sma.us, dapat membantu Anda   memahami tentang Gelombang Mekanik, semoga ya…
Ok kawan… kita mulai aja yuk kajiannya.
Getaran_Gelombang
sinusoide gerak gelombang
Gelombang adalah gangguan yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga dapat merambat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur). Gelombang berjalan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel dari mediumnya berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Bahkan, setiap titik khusus, hanya berosilasi di sekitar satu posisi tertentu. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang)

Jenis Gelombang
Ditinjau dari arah getar (gangguan/usikan), gelombang dibedakan menjadi gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Sedangkan ditinjau dari medium perambatannya, gelombang dibedakan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
Gel. Transversal
Gel. Transversal
Gel. Longitudinal
Gel. Longitudinal
Gelombang Stasioner
Gelombang stasioner adalah gelombang yang amplitudonya berubah terhadap posisi. Gelombang tersebut dapat terbentuk dari perpaduan atau superposisi dua gelombang yang memiliki amplitudo, panjang gelombang dan frekuensi yang sama, tetapi arahnya berlawanan.
Gelombang Stasioner
Gelombang Stasioner
Pada ilustrasi grafis gelombang stasioner diatas, partikel-partikel yang dilalui gelombang bergetar naik turun dengan amplitudo berbeda, bergantung pada posisinya. Titik-titik yang mempunyai amplitudo maksimum disebut perut (P) dan titik-titik yang mempunyai amplitudo minimum (nol) disebut simpul (S).
Gejala Gelombang
1. Pemantulan
Pada peristiwa pemantulan gelombang akan berlaku hukum pemantulan gelombang yaitu sudut pantul sama dengan sudut datang. Artinya, ketika berkas gelombang datang membentuk sudut θ terhadap garis normal (garis yang tegak lurus permukaan pantul), maka berkas yang dipantulkan akan membentuk sudut θ terhadap garis normal.
Pemantulan Gelombang
Pemantulan Gelombang
2. Pembiasan
Pembiasan gelombang (refraksi) adalah pembelokan arah muka gelombang ketika masuk dari satu medium ke medium lainnya. Adakalanya pembiasan dan pemantulan terjadi secara bersamaan. Ketika gelombang datang mengenai medium lain, sebagian gelombang akan dipantulkan dan sebagian lainnya akan diteruskan atau dibiaskan. Refraksi terjadi karena gelombang memiliki kelajuan berbeda pada medium yang berbeda.
Pemantulan dan Pembiasan Gelombang
Pemantulan dan Pembiasan Gelombang
3. Interferensi
Interferensi gelombang adalah perpaduan atau superposisi gelombang ketika dua gelombang atau lebih tiba di tempat yang sama pada saat yang sama. Interferensi dua gelombang dapat menghasilkan gelombang yang amplitudonya saling menguatkan (interferensi maksimum) dan dapat juga menghasilkan gelombang yang amplitudonya saling melemahkan (interferensi minimum).
Interferensi_mak-min
Interferensi_mak-min
4. Difraksi
Difraksi gelombang adalah peristiwa pembelokan gelombang ketika melewati celah sempit atau penghalang.
Difraksi Gelombang
Difraksi Gelombang
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:

Senin, 05 November 2012

MENGAPA KINERJA KITA KURANG MEMUASKAN

Perlu diketahui kinerja yang menjadi tanggungjawab kita yaitu sudah ada di peraturan instansi di tempat kita kerja berupa surat keputusan uraian tugas kita masing-masing. Pertanyaanya apakah kinerja kita sudah memuaskan pelanggan? kalau jawabannya puas, artinya instansi itu pasti makmur disegala bidang, kalau jawabannya tidak puas, pasti ada perbedaan kemakmuran di satu bidang. Ini pernyataan yang bermasalah serius, kesenjangan inilah yang harus diselesaikan namun benturannya adalah  ada aturan yang mengikat namun tak punya kemampuan dana yang kuat alias gurauan yang berbahaya karena berurusan dengan penjara, nilai kriditnya rendah sehingga empat tahun lebih baru bisa naik pangkat (untuk fungsional). Dan ada yang makmur dengan tanpa mencari nilai kredit apapun empat tahun secara otomatis naik pangkat (struktural). Orang menganggabnya semua jenis kerjaan itu sama. Anggapan seperti itu perlu dibenahi karena tidak mengerti setruktur (peta konsep) tentang kinerjanya. Ngomong sih gampang, melaksanakan  pembenahan bagi panitia itu artinya kerja dan dapat ampau berupa kepuasan dan harta serta badan semakin sehat dan gemuk sementara yang dibenahi menganggabnya sebagai hiburan / refreseng saja alias usaha siapapun sia-sia belaka. Kesejahteraan karyawan sudah memuaskan sehingga bisa bekerja dengan memperoleh hasil yang sangat memuaskan, namun kesejahteraan itu harus sesuai yaitu hasil kinerja dapat diselesaikan dengan waktu yang cepat maka hendaknya kesejateraan itupu harus diturunkan dengan cepat pula.jangan kesejahteraan yang cukup itu jadi sia-sia cuman hanya gara-gara waktu dan kecepatan dalam berbuat itu rendah. Masalah-masalah seperti ini seperti benang ruwet saja, semakin diperbaiki malah semakin ruwet. Lantas dengan senjata apa agar supaya personel bisa saling memahami, mengerti, kasih, sayang, menghargai, menghormati, mengampuni, maaf, sehingga penjara itu kosong tak ada penghuninya, jangan senang kalau terjadi sebaliknya. Untuk bisa memperbaiki benang yang ruwet tersebut maka kembalilah keyang benar yaitu Islam yang berpedoman Al-Quran, Hadist, dan Assunah insya Alloh benang ruwet tadi bisa diatasi. Kuncinya kita bersatu untuk percaya/yakin, ikhlas dalam segala hal. Usahakan kerja mandiri jangan selalu tergantung penguasa negeri, walaupun penguasa negeri mengikat kita dengan undang-undang. Saya yakin dengan tujuan yang baik kalaulah ada kekeliruan pasti bisa diperbaiki lagi. Ingat perbaikan, oke?