Gelombang Bunyi
By Rachmat A Syukur
Halo… para Peselancar Fisika yang luar biasa…
Gimana khabarnya hari ini?… semoga Anda hari ini luar biasa dan selalu semangat belajar Fisika SMA di www.fisika-sma.us. Bahasan kali ini adalah tentang Gelombang Bunyi atau Bunyi, yang merupakan lanjutan dari Gelombang Mekanik. Ok sobat… kita lanjut yuk.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana
rasanya jika dunia ini begitu sepi… hening… tanpa bunyi / suara?.. Atau
sebaliknya… Pernahkah Anda membayangkan jika dunia ini terlalu berisik…
bising…, banyak terdengar suara mesin pabrik, suara kendaraaan bermotor
atau suara lainnya yang memekakkan telinga?… Apalagi kondisi ini
berlangsung cukup lama… jangan deh… cukup dalam bayangan saja…
Adakalanya bunyi itu bisa juga menjadi sumber polusi manakala yang kita dengar itu berupa musik keras yang berlebihan, suara bising knalpot kendaraan bermotor, suara mesin pesawat terbang dan aktifitas pabrik.. semuanya dapat menjadi sumber polusi suara… ya tho?
Karenanya, bunyi adalah anugrah Tuhan yang mesti kita syukuri. So.. bahasan tentang gelombang Bunyi cukup menarik untuk dipelajari bukan?…
Dalam fisika, Bunyi atau suara adalah gelombang longitudinal
yang merambat melalui medium, yang dihasilkan oleh getaran mekanis dan
merupakan hasil perambatan energi. Sumber bunyi sebagai sumber getar
memancarkan gelombang-gelombang longitudinal ke segala arah melalui
medium baik padat, cair maupun gas. Sumber getar tersebut bisa saja berasal dari dawai/kawat, pipa organa, bahkan ombak di pantai.
Kebanyakan suara merupakan gabungan
berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan
dengan kecepatan getar atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz).
Bunyi tunggal yang frekuensinya teratur dinamakan nada, sedangkan bunyi tunggal yang frekuensinya tidak teratur dinamakan desis.
Amplitudo gelombang menentukan kuat-lemahnya suatu bunyi atau
kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam decibel (dB). Semakin tinggi
amplitudoya semakin nyaring bunyi tersebut. Bunyi pesawat yang lepas
landas mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.
Manusia dapat mendengar bunyi saat gelombang bunyi
merambat di udara atau medium lain sampai ke gendang telinga manusia.
Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira
dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi
dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz dinamakan ultrasonik dan di bawah 20 Hz dinamakan infrasonik.
Gelombang bunyi terdiri dari molekul-molekul udara
yang tidak pernah merambat melainkan bergetar maju-mundur. Tiap saat,
molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan
wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga
menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan
rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi.
Itulah alasannya mengapa Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal.
Bunyi mengalami gejala gelombang seperti interferensi, pemantulan,
pembiasan dan difraksi. Bunyi merupakan gelombang mekanik karena hanya
dapat merambat melalui medium (zat padat, cair atau gas) dan tidak dapat
merambat dalam vakum.
Bunyi merambat di udara dengan kecepatan
1.224 km/jam. Bunyi akan merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan
udara lebih rendah. Di udara tipis dan dingin pada ketinggian lebih dari
11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di air, kecepatannya 5.400 km/jam,
jauh lebih cepat daripada di udara.
Adakalanya frekuensi yang didengar oleh
pengamat mengalami perubahan sacara tiba-tiba manakala sumber bunyi
(misal klakson mobil) bergerak mendekati atau menjauhi menurut pengamat
yang diam. Fenomena ini dikenal sebagai Efek Doppler,
yaitu perbedaan frekuensi yang diterima oleh pendengar dengan frekuensi
asli sumber getarnya relatif antara pendengar dan sumber bunyi. Bila
kedudukan antara pengamat dan sumber saling mendekat, maka pengamat
mendengar frekuensi yang lebih tinggi, dan bila kedudukannya saling
menjauh maka pengamat mendengar frekuensi yang lebih rendah. Dan
fenomena ini berhasil dijelaskan oleh fisikawan Christian Johann Doppler (1803-1855) pada tahun 1842.
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:
- Ringkasan Materi
- Bahan Presentasi
- Handout
- Soal dan Pembahasan
- Soal Evaluasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar