Gelombang Cahaya
By Rachmat A SyukurHi… para Peselancar Fisika dimanapun Anda berada…
Terima kasih ya Anda masih menyempatkan diri berkunjung ke site kami, Fisika SMA online di www.fisika-sma.us. Bahasan kali ini masih tentang gelombang yakni Gelombang Cahaya atau Cahaya, lanjutan dari Gelombang Bunyi dan Gelombang Mekanik. Langsung aja yuk…
Ada teori Partikel oleh Isaac Newton (1642-1727) dalam Hypothesis of Light pada 1675 bahwa cahaya terdiri dari partikel halus (corpuscles) yang memancar ke semua arah dari sumbernya. Teori Gelombang oleh Chrisiaan Huygens (1629-1695), menyatakan bahwa cahaya
dipancarkan ke segala arah sebagai gelombang seperti bunyi. Perbedaan
antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombang saja.
Pada zaman Newton dan Huygens hidup,
orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan
medium. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan
ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi
medium rambat cahaya matahari sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang
seperti yang dikatakan Huygens. Inilah kritik orang terhadap pendapat
Huygens. Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat
hipotetik (dugaan) yang bernama eter. Zat ini sangat
ringan, tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. Eter membuat
cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi.
Pada dekade awal Abad 20, berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan seperti Thomas Young (1773-1829) dan Agustin Fresnell (1788-1827) berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi. Gejala alam yang khas merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel. Percobaan yang dilakukan oleh Jeans Leon Foulcoult (1819-1868) menyimpulkan bahwa cepat rambat cahaya dalam air lebih rendah dibandingkan kecepatannya di udara. Padahal Newton dengan teori emisi partikelnya meramalkan kebalikannya. Selanjutnya Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektomagnetik. Sesuatu yang yang berbeda dengan gelombang bunyi yang tergolong gelombang mekanik.
Gelombang elekromagnetik dapat merambat dengan atau tanpa medium dan
kecepatan rambatnya pun amat tinggi bila dibandingkan dengan gelombang
bunyi. Gelombang elekromagnetik merambat dengan kecepatan 300.000 km/s. Kebenaran pendapat Maxwell tak terbantahkan ketika Hertz (1857-1894)
berhasil membuktikan secara eksperimental yang disusun dengan
penemuan-penemuan berbagai gelombang yang tergolong gelombang
elekromagnetik seperti sinar x, sinar gamma, gelombang mikro RADAR dan sebagainya.
Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan gelombang elektomagnetik umum diterima oleh kalangan ilmuwan, walaupun hasil eksperimen Michelson dan Morley di tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter seperti yang di sangkakan keberadaan oleh Huygen dan Maxwell.
Di sisi lain pendapat Newton tentang
cahaya menjadi partikel tiba-tiba menjadi polpuler kembali setelah lebih
dari 300 tahun tenggelam di bawah populeritas pendapat Huygens. Dua
fisikawan pemenang hadiah Nobel, Max Plack (1858-1947) dan Albert Einstein mengemukan teori mereka tentang Foton..
Berdasarkan hasil penelitian tentang sifat-sifat termodinamika radiasi benda hitam, Planck menyimpulkan bahwa cahaya dipancarkan dalam bentuk-bentuk partikel kecil yang disebut kuanta. Gagasan Planck ini kemudian berkembang menjadi teori baru dalam fisika yang disebut teori Kuantum. Dengan teori ini, Einstein berhasil menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elekton dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya.
Jadi dalam kondisi tertentu cahaya
menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan
sifat sebagai partikel. Hal ini di sebut sebagai dualisme cahaya. (source: e-dukasi.net)
Selengkapnya, silahkan Anda klik link di bawah ini:- Ringkasan Materi
- Bahan Presentasi
- Handout
- Soal dan Pembahasan
- Soal Evaluasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar