Selasa, 31 Mei 2011

PEREDARAN MATAHARI, BUMI, DAN BULAN DALAM AL-QUR'AN SURAT YASIN DAN MODERN

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ﴿٣٨
038. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ ﴿٣٩
039. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ ﴿٤٠
040. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

MUKODDIMAH SURAT YASIN

Surat Yaasiin terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin. Dinamai Yaasiin karena dimulai dengan huruf Yaasiin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al Quran, maka demikian pula arti Yaasiin yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al Quran bahwa Muhammad s.a.w. benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan:
Bukti-bukti adanya hari berbangkit; Al Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah; syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mukmin; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

2. Kisah:
Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah.

3. Dan lain-lain:
Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah s.a.w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Seorang Pemberi Peringatan Yang Nyata

وَقَالُوا لَوْلَا أُنزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِّن رَّبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِندَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ ﴿٥٠﴾              50.
Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mu`jizat-mu`jizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mu`jizat-mu`jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata". (Al Angkabut ayat 50).

Maksud dari pemberi peringatan yaitu Nabi Muhammad SAW

AL-QUR'AN AYATNYA DAPAT DIPAHAMI DENGAN MUDAH DAN ILMIYAH

هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاء الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاء تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ ﴿٧﴾
7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
[183]. Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah.

[184]. Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.

UJIAN NASIONAL DI SMAN 3 PPU

SMA Negeri 3 PPU  letaknya jauh dari ibukota Kabupaten Penajam Paser Utara termasuk daerah terpencil. Walaupun jauh dan terpencil penduduknya sangat aktif dan kreatif sehingga dapat membentuk karakter anak yang kreatif dan aktif pula. Namun dengan keaktifan dan kretifitasnyalah sehingga mengalami krisis moral yang mengakibatkan siswa putus sekolah bukan karena bodoh, tetapi karena krisis moral (amoral). Itu hanya sebagian kecil saja, lebih besarnya adalah prestasi  SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara lebih baik dan bagus dari pada SMA yang ada di Ibukota Kabupaten Penajam Paser Utara. Ini berkat pertolongan sang penguasa alam yaitu Tuhan Alloh SWT. Sedangkan manusia adalah perantara untuk saling tolong, saling berlomba dalam kebaikan, ya... pengapdian pada Agama, Nusa, dan Bangsa. Nilai ibadah inilah yang nantinya di bawa ke sorga yang abadi. Apalagi pemerintah akan memberikan hadiah sebuah mobil atau uang dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar ini bisa mengumpulkan saudara-saudara yang sependapat dengan niatan baik, insya Alloh anak generasi mendatang akan menjadi generasi yang tangguh dan canggih, tentunya terjaga dari angkara murka dan sebagainya. amin.

Selasa, 24 Mei 2011

FILSAFAT KELAPA JATUH TIDAK JAUH DARI POHONNYA

Pohon kelapa biasa hidup di dataran tinggi maupun di taran rendah bahkan sampai dipinggir pantaipun pohon kelapa bisa hidup dengan baik. Dari pohon ini kita bisa mengambil hikmahnya yaitu sifat manusia tidak jauh dari sifat induknya (orang tuanya). Jika silsilah keluarga salahsatnya ada yang jadi pemimpin besar, maka anak cucunya juga akan ada yang jadi pemimpin besar. Jika silsilah keluarga ada yang jadi pemimpin murahan maka salah satu anak dan cucunya akan ada yang menjadi pemimpin yang murahan. Jika silsilah keluarga ada yang jadi pemimpin besar dan pemimpin murahan maka anak cucunyapun akan ada yang menjadi pemimpin besar dan ada yang menjadi pemimpin murahan. Sifat dan kebiasaan anak dapat dibentuk pertama oleh orang tuanya, kalau sistem kehidupan orang tuanya ada di pegunungan yang terjal maka anaknyapun akan hidup seperti orang tuanya. Tetapi sifat dan kebiasaan anak itu bisa berbeda dengan kebiasaan orang tuanya kalau orang tuanya menyadari perihal dirinya dan memohon ampunan kepada Tuhan Alloh SWT dengan tidak mengulang kebiasaan yang jelek itu. Dan bisa sebalinya kebiasaan kedua orang tua berbeda dengan kebiasaan anak cucunya dikarenakan anak cucunya hidup jauh dari lingkungan orang tuanya. Jadi perbaikilah keturunan kalian dengan cara memperbaiki diri sendiri jika masih ada anak dan cucu kita ada yang tidak baik maka serahkanlah kepada Tuhan Alloh SWT. insya Alloh Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita semua. Amin.

Senin, 23 Mei 2011

PENTINGNYA BELAJAR


Sbelum anda mengetahui pentingnya belajar terlebih dahulu anda harus tahu apa sih belajar itu?. Belajar merupakan suatu proses perubahan dari tidak tahu menjadi tahu yang membutuhkan kesehatan tubuh yang betul-betul sehat, ada kemauan, ada guru, ada teman diskusi, ada modal, sabar, waktunya lama. Belajar itu dapat diperoleh melalui membaca (ikro'), menulis (bil kolam/kolamun), kitab sebagai petunjuk (kitabula roibafihi hudallilmuttakin). Ketiga opsi ini dapat diringkas menjadi menulis ulang dari kitab-kitab yang sudah ada dan diselingi dengan model-model lain yang mendukung sehingga tidak monoton. Belajar itu adalah proses pencarian cahaya yang menerangi panca indra kita (lihat fungsi mata) sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara memperoleh cahaya itu, entah dengan mencari lampu listrik? api unggun? bahan kimia seperti garam pospor? cahaya matahari? sehingga kita bisa melihat alam sekitar ini dengan cara yang berbeda-beda. Perbedaan cara dan kesamaan cara yang kita peroleh inilah sehingga kita dapat membuat suatu keputusan yang benar dan memperoleh keselamatan (keuntungan) yang besar. Belajar sama dengan ahlak yaitu; suatu perbuatan yang diulang-ulang sehingga menjadi biasa. Belajar adalah kehidupan manusia atau mahluk Tuhan di alam semesta ini bukan kematian. Belajar adalah ibadah atau bekal untuk kehidupan di akhirat nantik. Oleh karen itu semualah sehingga belajar itu penting dan wajib bagi manusia (al insanu hayawanun natik= manusia adalah hewan yang berfikir) ketika ada di alam ini. Di akhirat tidak diwajibkan belajar tapi disuruh menikmati hasil dari kehidupan kita selam di bumi ini. Oke? semoga kita semua faham. Amin ya robbal alamin.

ELMEN PEMANAS

Percobaan elmen pemanas air dengan menggunakan dua sendok makan

Jumat, 20 Mei 2011

MATA PINTU ILMU PENGETAHUAN

Dalam kehidupan sehari-hari kita hidup bersama perubahan alam semesta dengan ditunjukka adanya siang dan malam yang mengakibatkan kita harus mengikuti perubahan-perubahan itu. Perubahan-perubahan itu terjadi secara beraturan dan beragam jenisnya serta bentuknya, sekali-sekali keberaturan itu mengalami perubahan menunjukkan adanya peringatan sebenarnya kita  ini ada dimana, siapa, untuk apa, bagaimana, mengapa, semuanya harus ada. Itu semua dapat diketahui melalui "mata". Mata dapat dipelajari melalui ilmu cahaya yaitu; optik, didalamnya ada lensa dan cermin negatif maupun positif, kaca mata, yang kesemuanya memerlukan cahaya sekitar. Kita bisa melihat di siang hari dan kita tidak bisa melihat di malam hari terkecuali ada lampu, api, dan pospor.Dari peristiwa ini kita bisa mengambil hikmahnya (ilmunya) dengan menggunakan akal yang diberikan oleh Tuhan dengan cara bertanya-tanya kepada diri sendiri, orang lain, dan sekitarnya, serta mencoba-coba atau menguji kebenarannya bersama orang lain sehingga memperoleh sebuah keputusan yang di akui oleh orang banyak bahkan sedunia. Mendiagnosa (memeriksa) masalah dan bagaimana cara menindak lanjuti.

MATERI FISIKA SMA N 3 PPU KELAS XI

1. Gelombang Dan Bunyi
a. Pengertian Getaran Dan Persamaan Getaran Harmonis
b. Fase, Beda Fase Dan Gaya Penyebab Getaran Harmonis
c. Energi Getaran Harmonis Dan Contohnya
d. Macam-Macam Gelombang
e. Persamaan Gelombang Berjalan
f. Pelayangan Dan Resonansi
g. Cepat Rambat Gelombang
h. Sumber Bunyi
i. Efek Doppler
j. Gejala Akustik (Intensitas Dan Taraf Intensitas Bunyi)

2. Medan Gravitasi Dan Medan Listrik
a. Medan Gravitasi
b. Muatan Listrik
c. Kuat Medan Listrik Dan Hukum Coulomb
d. Potensial Dan Energi Listrik
e. Grafik Kuat Medan Listrik (E) Dan Potensial Listrik (V) Pada Konduktor
    Dan Isolator
f. Garis-Garis Gaya Dan Hukum Gauss
g. Kapasitor

3. Listrik Arus Searah
a. Arus Listrik
b. Hambatan Jenis Dan Hambatan Listrik

c. Hukum Ohm
d. Energi Dan Daya Listrik
e. Rangkaian Listrik

4. Listrik Arus Bolak-Balik
a. Arus/Tegangan Bolak Balik Dan Nilai Efektif
b. Generator
c. Induktor Dalam Rangkaian Arus Bolak Balik
d. Kapasitor Pada Rangkaian Arus Bolak Balik
e. Fasor
f. Rangkaian Seri RLC
g. Daya Rata-Rata (P)

5. Magnet
a. Medan Magnet
a.1. Garis Gaya Dan Fluks Magnetik
a.2. Timbulnya Medan Magnet
a.3. Pengaruh Medan Magnet
a.4. Sifat Magnetik Bahan
b. Imbas Elekromagnetik
c. Penerapan Induksi Elektromagnetik

Kamis, 19 Mei 2011

PENTINGNYA MUSHOLLA ATAU MASJID DI SEKOLAH

Melihat pemeluk Agama Islam paling dominan di negeri ini salah satunya ada di usia sekolah sehingga sangat dan amat dibutuhkan tempat ibadah yaitu musolla atau masjid di setiap sekolahan. Hukumnya wajib bagi saudara-saudara yang seiman dan seagama Islam pada khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya. Jika pemimpin-pemimpin negeri ini meninggalkan tugasnya sebagai seorang yang beragama Islam, akibatnya adalah krisis moral seperti anak usia sekolah dasar dan menengah melakukan perbuatan zina tanpa tahu itu dilarang atau tidak dilarang, hamil diluar nikah, perselingkuhan di mana-mana, retaknya keluarga sakinah, dan sebagainya. Semua itu dikarenakan kita tidak melaksanakan rukun Islam dan rukun Iman dengan penuh semangat dan ihlas. Hanya memperbesar perdebatan atau diam seribu bahasa sampai-sampai  semua itusama saja, kalau tidak berdebat muncul kelengahan dan kalau diam muncul ketidak puasan. Jadi kita harus selalu saling ingat mengingatkan supaya kita dijauhkan dari kebodohan, kelemahan, kekerasan, demo yang tidak terarah dan sebagainya. Kalau tuan-tuan ingin hancur jangan ajak-jak kita. Ingatlah hidup kita hanya sekali selanjutnya hidup di alam kuburan menunggu hari kiamat datang. Enak tidak enaknya tergantung dari hati dan perbuatan kita di atas bumi ini.

Jumat, 13 Mei 2011

MORAL BANGSA INDONESIA

Nusa dan bangsa Indonesia sudah kehilangan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) setelah Pendidikan Agama ... dengan cara memperluas pembahasan moral itu menggunakan Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKn) setelah itu berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Ini sudah jelas ... mau dibawa kemana kami bapak/ibu politikus Bangsa Indonesia. Apakah mau menunggu saat kehancuran moral bangsa kami. Kami mau memohon, memintak, mengajak, dan mau-mau kepada siapakah kami harus berbicara, sementara orang-orang tidak ada yang mau diajak bicara. Kami punya power yaitu Tuhan Alloh SWT. jika kami berdoa jangan salahkan kalau doa kami dikabulkan oleh Tuhan Alloh SWT. dan jangan menganggab kami dokon dan sebagainya, mau kami selamat dunia akhirat di negeri ini dan sekitarnya.

Rabu, 11 Mei 2011

<MARQUEE align="center" direction="up" height="200" scrollamount= "2"
onmouseover='this.stop()' onmouseout='this.start()' width="100%">(teks 

Senin, 09 Mei 2011

CARA MEMBUAT BLOG

Cara Membuat Blog Gratisan di Blogger Blogspot

cara buat blog gratis blogger blogspotCara membuat blog gratisan di Blogger Blogspot panduan tutorial praktis bikin blog dalam 5 menit bagi pemula
Oleh fatihsyuhud.com
Membikin blog di blogger.com / blogspot sungguh sangat mudah karena blogger.com milik Google.com. Karena itu apabila Anda sudah punya email gmail.com, Anda tinggal langsung daftar di blogger.com. Singkatnya ikuti langkah singkat berikut:

1. Kunjungi www.blogger.com (klik)
2. Masukkan account Gmail di “nama pengguna (Email)” dan password di “Kata Sandi”. Lihat gambar 1.
Kalau belum punya Gmail, daftar dulu di Gmail.com, atau di Yahoomail.com.
a. Isi “Nama Tampilan” di kotak. Contoh: Nama Saya
b. Kasih tanda tik (check) pada “Penerimaan Persyaratan”
c. Klik “Lanjutkan”. Lihat gambar 2.
3. Pada “Judul Blog” -> isi dengan Judul yang diinginkan. Contoh Fatih Syuhud Blog
4. Pada “Alamat Blog” -> isi dengan alamat URL. Contoh, fatihsyuhud.
Jangan lupa klik “Cek Ketersediaan” untuk mengetahui apakah alamat URL yang dipilih belum ada yang punya. Coba buat alamat lain kalau alamat tidak tersedia. Lihat gambar 3.
5. Klik “Lanjutkan”
6. Pada “Pilih Sebuah Template” klik “Lanjutkan” (Gambar 4)
7. “Blog Anda Telah Diciptakan!” -> Anda sudah berhasil membuat blog (Gambar 5)
8. Klik “Mulai Blogging” untuk menulis artikel.
9. Di “Judul” isi kotak dengan judul artikel yang akan ditulis. Contoh: Menulis di Blog
10. Isi kotak di bawahnya dengan artikel. Sebagai contoh, Anda bisa meng-copy dari sini.. Lihat gambar 6.
11. Klik “Mempublikaikan Posting”
12. Selamat! Anda berhasil membuat blog dan memposting Artikel. (Lihat gambar 7).
Catatan: Untuk memposting artikel berikutnya, Anda tinggal mengklik menu “Posting”.  Untuk mengedit tulisan tinggal klik “Edit Posting”
Gambar 1



Gambar 2


Gambar 3


Gambar 4


Gambar 5



Gambar 6




Gambar 7

Artikel Terkait
  1. Cara Buat Domain Gratis di C0.CC
  2. Cara Membuat Blog di WordPress.Com
  3. Cara Membuat Blog di Blogger Blogspot
  4. Cara Bikin Blog Gratis di Blogdetik
Tutorial untuk Blogger Tingkat Lanjut
  1. How to Make Money Online
  2. SEO Guide for Blogger WordPress
  3. Blog Tutorial
    1. Tutorial WordPress.com
    2. Tutorial WordPress Hosting Sendiri
    3. Tutorial Blogger Blogspot
    4. Tutorial Domain CO.CC
    5. Tutorial Facebook
    6. Tutorial Twitter
    7. Tutorial Blog Blogsome.com
  4. Cara Membuat Blog
  5. Cara Menulis di Blog

DOWNLOAD MODUL FISIKA SMA

PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA N 3 PPU

Jumat, 06 Mei 2011

MATERI FISIKA SMA N 3 PPU KELAS XI

1. Gelombang Dan Bunyi
a. Pengertian Getaran Dan Persamaan Getaran Harmonis
b. Fase, Beda Fase Dan Gaya Penyebab Getaran Harmonis
c. Energi Getaran Harmonis Dan Contohnya
d. Macam-Macam Gelombang
e. Persamaan Gelombang Berjalan
f. Pelayangan Dan Resonansi
g. Cepat Rambat Gelombang
h. Sumber Bunyi
i. Efek Doppler
j. Gejala Akustik (Intensitas Dan Taraf Intensitas Bunyi)

2. Medan Gravitasi Dan Medan Listrik
a. Medan Gravitasi
b. Muatan Listrik
c. Kuat Medan Listrik Dan Hukum Coulomb
d. Potensial Dan Energi Listrik
e. Grafik Kuat Medan Listrik (E) Dan Potensial Listrik (V) Pada Konduktor
    Dan Isolator
f. Garis-Garis Gaya Dan Hukum Gauss
g. Kapasitor

3. Listrik Arus Searah
a. Arus Listrik
b. Hambatan Jenis Dan Hambatan Listrik

c. Hukum Ohm
d. Energi Dan Daya Listrik
e. Rangkaian Listrik

4. Listrik Arus Bolak-Balik
a. Arus/Tegangan Bolak Balik Dan Nilai Efektif
b. Generator
c. Induktor Dalam Rangkaian Arus Bolak Balik
d. Kapasitor Pada Rangkaian Arus Bolak Balik
e. Fasor
f. Rangkaian Seri RLC
g. Daya Rata-Rata (P)

5. Magnet
a. Medan Magnet
a.1. Garis Gaya Dan Fluks Magnetik
a.2. Timbulnya Medan Magnet
a.3. Pengaruh Medan Magnet
a.4. Sifat Magnetik Bahan
b. Imbas Elekromagnetik
c. Penerapan Induksi Elektromagnetik

MATERI FISIKA SMA N 3 PPU KELAS X

MATERI FISIKA SMA N 3 PPU

1. Optika Geometri
a. Pemantulan Dan Pembiasan
b. Pembentukan Bayangan Dalam Cermin
c. Pembentukan Bayangan Pada Lensa Tipis
d. Lensa Gabungan Dan Kekuatan Lensa
e. Cacat Bayangan Pada Lensa

2. Optika Fisis
a. Warna Benda
b. Dispersi Pada Prisma
c. Interferensi Pada Lapisan Tipis Planpararel
d. Difraksi Dan Interferensi
e. Diflaksi (Lenturan) Kisi
f. Polarisasi (Pengutuban)

3. Alat-Alat Optik
a. Mata Dan Kaca Mata
b. L U P (Kaca Pembesar) Dan Mikroskop
c. Teleskop (Teropong)

4. Gelombang Elektromagnetik
a. Teori Maxwell
b. Spektrum Dan Sumber Gelombang Elektromagnetik
c. Sifat Gelombang Elektromagnetik

5. Teori Relativitas Khusus
a. Pendahuluan
b. Penjumlahan Kecepatan Relativitas Dan Dilatasi Waktu
c. Kontraksi Panjang Dan Massa Relativitas
d. Kesetaraan Massa-Energi

6. Teori Kuantum
a. Hipotesis Planck
b. Efek Foto Listrik
c. Sifat Dualisme Gelombang Materi
d. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg

7. Fisika Atom Dan Fisika Inti
a. Struktur Atom
b. Laser (light amplication by stimulated emision of radiation)
c. Struktur Inti Atom
d. Radioaktivitas
e. Transmutasi Inti Dan Piranti Eksperimen Fisika Inti
f. Radioisotop, Difraksi Sinar-X Dan Pita Energi
g. Semikonduktor

LKS PRAKTIKUM FISIKA SMA, MA, DAN SMK.

Beberapa LKS Praktikum Fisika SMA/MA/SMK:......
1. Kelas X Sem. 1 : Gerak Melingkar Beraturan
2. Kelas X Sem. 1 : Hukum Newton II dan Gaya Gesekan
3. Kelas XI Sem. 1 : Ayunan Sederhana
4. Kelas XI Sem. 1 : Koefisien Restitusi
5. Kelas XI Sem. 2 : Titik Berat
6. Kelas XII Sem. 1 : Gelas Bersiul

MENYINGKAP MAKNA DISEBALIK KALIMAT "LAA ILAAHA ILLALLAH" DENGAN KAEDAH BAHASA ARAB

Menyingkap Makna Disebalik Kalimah “Laa Ilaaha Illallah” Dengan Kaedah Bahasa Arab
Sebagaimana masyhur di kalangan masyarakat muslim Indonesia, bahwa kalimat tauhid laa ilaaha illallah (لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ) diartikan dengan “tiada Tuhan selain Allah”. Namun, benarkah terjemahan kalimat tauhid tersebut?
Pembaca yang semoga Allah Ta’ala merahmati Anda, tentunya kita tahu bahwa kalimat tauhid tersebut adalah kalimat dalam bahasa Arab. Ketahuilah, pemahaman yang benar tentang kalimat laa ilaaha illallah tergantung pada benarnya pemahaman kita terhadap asal kalimat ini yaitu dari sisi bahasa Arab. Oleh karena itu, jika kita ingin mengetahui terjemahan dan makna yang benar dari kalimat tersebut, mau tidak mau kita harus menggunakan kaidah-kaidah bahasa Arab.
Mari kita lihat bagaimanakah terjemahan dan makna yang benar dari kalimat laa ilaaha illallah. I’rob kata laa ilaaha illallah yaitu:
Laa: laa naafiyah liljinsi (menafikan semua jenis) beramalan inna yaitu memanshubkan isimnya dan memarfu’kan khobarnya.
Ilaah: isim laa yang mabni (tetap) atas fathah, menempati kedudukan nashob.[2]
Asal kata “ilaah” adalah dari kata alaha (أَلَهَ) yang bersinonim dengan kata ‘abada (عَبَدَ) yang artinya menyembah/beribadah, wazannya fa’ala-yaf’alu (فَعَلَ – يَفْعَلُ) sehingga tashrif isthilahinya menjadi alaha-ya’lahu-ilaahan (أَلَهَ – يَعْلَهُ – إِلاهًا). “Ilaah” adalah isim mashdar, yaitu kata yang menunjukkan atas suatu makna yang tidak terikat oleh waktu, dan mashdar adalah asal dari fi’il (kata kerja) dan asal dari semua isim musytaq (kata jadian).[3] Isim mashdar terkadang dapat bermakna fa’il (subjek/yang melakukan suatu perbuatan) dan dapat bermakna maf’ul bih (objek/yang dikenai suatu perbuatan). Berikut ini contoh suatu mashdar yang dapat bermakna fa’il dan dapat bermakna maf’ul bih, diambil dari hadits riwayat Muslim tentang larangan berbuat bid’ah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun“.
Kata “roddun” (رَدٌّ) adalah mashdar. Terdapat beberapa penjelasan ulama tentang apakah makna “roddun” di sini. Sebagian ulama menjelaskan bahwasanya mashdarroddun” di sini bermakna fa’il, yaitu “rooddun” (رَادٌّ) yang artinya “orang yang menolak”. Sehingga makna hadits menjadi “Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka dia adalah orang yang menolak.” Maksudnya adalah menolak syari’at Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan ulama yang lain memaknai “roddun” dengan makna maf’ul bih, yaitu “marduudun” (مَرْدُوْدٌ) yang artinya “sesuatu yang ditolak”. Sehingga makna hadits menjadi “Barangsiapa siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka amal itu ditolak.” Maksudnya adalah amalan tersebut tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala karena tidak memenuhi syarat diterimanya amal [4].
Kemudian kembali ke “ilaah“, apakah “ilaah” dalam kalimat tauhid bermakna fa’il atau maf’ul bih?
Kata “ilaah” di sini ada yang mengartikannya sebagai mashdar bermakna fa’il, dan ini adalah makna yang keliru yang didukung dengan bukti-bukti yang sangat banyak yang membantah kekeliruan makna tersebut. Ada yang memaknai “ilaah” dengan makna maf’ul bih, dan inilah makna yang benar. Mengapa demikian? Mari kita lihat makna “ilaah” sebagai fail dan sebagai maf’ul bih, sehingga kita tahu makna yang benar.
Yang memaknai “ilaah” dengan makna fa’il mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “laa ilaaha illallah” adalah “laa khooliqo illallah” (لَا خَالِقَ إِلَّا اللهُ) yaitu “tidak ada pencipta selain Allah” atau “laa robba illallah” (لَا رَبَّ إِلَّا اللهُ) yaitu “tidak ada pengatur alam semesta selain Allah” atau “laa rooziqo illallah” (لَا رَازِقَ إِلَّا اللهُ) yaitu “tidak ada pemberi rizki selain Allah” dan makna-makna yang lain yang merupakan makna rububiyyah[5]. Ini adalah makna yang sangat bathil, karena kalau “ilaah” di sini dimaknai sebagai fa’il maka makna seperti ini telah diyakini dan disetujui oleh kaum musyrikin Arab pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kaum musyrikin Arab meyakini  bahwa yang menciptakan, yang memberi rizki, dan yang mengatur urusan alam semesta dan sisi-sisi rububiyyah yang lain adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak ayat Al Qur’an yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrikin Arab itu beriman kepada rububiyyah Allah Subhanahu wa Ta’ala, di antaranya:
“Dan sungguh jika engkau tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah”…” (QS. Luqman:25)
“Katakanlah, “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Yunus: 31)
Akan tetapi pengakuan tersebut tidaklah memasukkan mereka ke dalam agama Islam. Buktinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerangi mereka, menghalalkan harta dan darah mereka. Sehingga kalau “ilaah” ini dimaknai dengan fa’il maka konsekuensinya kaum musyrikin Arab adalah orang-orang muslim. Namun, tidaklah demikian. Mengapa? Karena mereka hanya beriman kepada sifat-sifat rububiyyah saja, tetapi mereka menyekutukan Allah dalam beribadah.
Oleh karena itu makna yang benar untuk “ilaah” adalah mashdar bermakna maf’ul bih, “ilaah” bermakna “ma’luuh” (مَأْلُوْهٌ) atau sinonimnya yaitu “ma’buud” (مَعْبُوْدٌ) yang artinya adalah “sesuatu yang disembah/diibadahi”. Sehingga makna “laa ilaaha” adalah “laa ma’buuda“.
Tadi disebutkan bahwa laa beramalan memanshubkan isimnya dan memarfu’kan khobarnya. Lantas, di mana khobar dari laa?
Khobar laa dibuang (mahdzuuf), dan takdirnya adalah “haqqun” atau “bihaqqin“.
Mengapa khobar laa dibuang? Suatu kata boleh dibuang jika makna kalimat sudah dapat diketahui meskipun ada kata yang dibuang dari kalimat tersebut. Saya ambilkan contoh dalam bahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti. Misalkan ada orang yang bertanya, “Siapa Nabimu?” maka jawabannya adalah “Muhammad”. Di sini tentu sudah diketahui maksud dari jawaban yang sangat ringkas tersebut, yang hanya terdiri dari satu kata “Muhammad” saja, yang mana kalimat lengkapnya yaitu “Nabi saya adalah Muhammad.” Meskipun ringkas tetapi kita dapat menangkap maksud dari kalimat tersebut. Suatu kalimat yang ringkas tetapi dapat dipahami maknanya tentu lebih efisien daripada kalimat yang panjang. Nah, demikian juga dalam bahasa Arab. Maka khobar laa pada kalimat tauhid dibuang karena orang-orang Arab pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah dapat memahami maknanya, karena mereka adalah orang-orang yang fasih dalam bahasa Arab. Oleh karena itu pulalah orang-orang musyrik Arab zaman dulu tidak mau mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah meskipun mereka mengakui bahwa Allah adalah robb mereka, karena mereka paham akan makna dan konsekuensi dari kalimat tauhid tersebut.
Sebagian orang mentakdirkan bahwa khobar laa yang dibuang itu takdirnya adalah “maujuudun” (مَوْجُوْدٌ) yang artinya “ada”, sehingga mereka memaknai “laa ilaaha illallah” dengan “laa ilaaha maujuudun illallahu” (لَا إِلهَ مَوْجُوْدٌ إِلَّا اللهُ) artinya “tidak ada sesembahan yang ada kecuali Allah”. Jika demikian maka ada beberapa konsekuensi yang fatal, di antaranya adalah:
  1. Kalau khobar laa yang dibuang ditakdirkan dengan “maujuudun” maka hal ini tidaklah sesuai dengan realita yang sesungguhnya. Karena realita menunjukkan bahwasanya selain Allah masih banyak sesembahan yang lain. Ada orang yang menyembah matahari dan bulan, ada yang menyembah orang shalih, malaikat, patung, dewa, dan sebagainya.
  2. Kalau dimaknai dengan “laa ilaaha maujuudun illallah” maka konsekuensinya semua sesembahan yang ada di dunia ini pada hakikatnya adalah Allah. Contoh: karena patung berhala adalah sesembahan kaum musyrikin Arab dulu maka patung berhala adalah Allah, karena Yesus adalah sesembahan kaum Nasrani maka Yesus adalah Allah, karena ‘Uzair adalah sesembahan Yahudi maka ‘Uzair adalah Allah, karena dewa-dewa adalah sesembahan orang Hindu maka dewa-dewa adalah Allah. Tentunya tidak demikian bukan?
Oleh karena itu, yang benar adalah mentakdirkan khobar laa yang dibuang dengan “haqqun” atau “bihaqqin“. Sehingga kalimat tauhid yang lengkap sebenarnya adalah
laa ilaaha haqqun illallahu
dan maknanya yang benar yaitu
laa ma’buuda haqqun illallahu
atau
laa ma’buuda bihaqqin illallahu.
Maknanya adalah “tidak ada sesembahan yang haq selain Allah” atau “tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah”. Hanya Allah-lah satu-satunya yang berhak untuk disembah dengan benar. Hanya kepada Allah-lah kita menujukan semua amal ibadah kita, bukan kepada selain-Nya.
Illa: alat istitsna (untuk mengecualikan).
Lafadz jalalah “Allah” sebagai badal (pengganti) dari khobar laa yang dibuang. Karena sebagai badal, maka i’rob lafadz jalalah “Allah” adalah sesuai dengan mubdal minhu (yang digantikan)nya yaitu khobar laa. Ingat, khobar laa mempunyai i’rob marfu’, maka badalnya yakni lafadz jalalah “Allah” juga ikut marfu’, yang mana lafadz jalalah “Allah” ini adalah isim mufrod (kata tunggal) yang marfu’ dengan tanda dhommah sehingga berbunyi “Allahu”.
Antara badal dengan mubdal minhu bendanya adalah sama. Maka khobar laa yaitu “haqqun” digantikan dengan “Allah” menunjukkan bahwa yang haq itu ialah Allah, Allah itulah yang haq.
“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq, dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah bathil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Luqman: 30)
Demikianlah, semoga apa yang kami sampaikan dapat membantu kita dalam memahami kalimat tauhid yang sangat agung ini. Betapa suatu kenikmatan yang sangat besar jika kita dapat memahami makna kalimat laa ilaaha illallah dan mengamalkannya, sehingga berbuah surga-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang mati dalam keadaan dia mengilmui bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, maka dia akan masuk surga.”[6]
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush sholihat.
Wal ‘ilmu ‘indallaah
Selesai disusun di wisma ceRIa, 12 April 2010 pukul 3:13 a.m.
Yang selalu membutuhkan ampunan dari Rabb-nya

[1] Kami mendapatkan faidah yang agung ini dari Ust. M. Saifuddin Hakim hafizhohullah pada saat pelajaran baca kitab “Minhaj Al-Firqotu An-Najiyah wa Ath-Thoifatu Al-Manshuroh” Ma’had al-’Ilmi Akhowat.
[2] Karena “ilaah” adalah isim nakiroh mufrod dan bukan mudhof atau syibhul mudhof, maka hukumnya sebagai isim laa adalah mabni atas tanda nashobnya, yaitu fathah.
[3] Lihat Mulakhkhosh Qowa’idu Al-Lughoti Al-’Arobiyyati (1/30-31)
[4] Syarat diterimanya amal adalah ikhlas dan ittiba’ (mengikuti tata cara yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Adapun pada hadits ini, amalan tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penjelasan lebih lengkap bisa dilihat di Syarah Hadits Arba’in. Wallahu a’lam.
[5] Yang berkaitan dengan perbuatan Allah seperti mencipta, mengatur alam semesta, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, dll.
[6] HR. Muslim (26), Ahmad (464), An Nasa’I dalam “Al Kubra” (109252), Al Bazzar (4150, dan Ibnu Hibban (201).
Sumber: http://pengenkemadinah.wordpress.com

KEPENTINGAN MEMPELAJARI ILMU NAHU ( النحو) : TATABAHASA

Mengetahui ilmu nahu adalah amat penting kerana dengan bertukar dan berubahnya i’rab (اِعـْـرَاب
- sebutan / baris huruf akhir sesuatu perkataan), maka makna juga akan berubah dan untuk menentukan sesuatu i’rab itu bergantung kepada ilmu nahu.
Rujukan:
Shaikhul Hadith Hazrat Maulana Muhammad Zakariya r.alaih. 2002. FADHILAT AL-QUR’AN. Kuala Lumpur : Era Ilmu Sdn. Bhd. m.s 23
0 comments

Kamis, 05 Mei 2011

RISET (PENELITIAN) FISIKA TEORITIS DAN EKSPERIMENTAL

Fisika teoretis dan eksperimental

Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoretis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses.
Gampangnya, teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaska teori yang ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena
eksperimen untuk mengujinya belum pernah disusun.

Teori fisika utama

Meskipun fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori chaos ditemukan pada abad kedua puluh, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori tersebut.
Teori Subtopik utama Konsep
Mekanika klasik Hukum gerak Newton, Mekanika Lagrangian, Mekanika Hamiltonian, Teori chaos, Dinamika fluida, Mekanika kontinuum Dimensi, Ruang, Waktu, Gerak, Panjang, Kecepatan, Massa, Momentum, Gaya, Energi, Momentum sudut, Torsi, Hukum kekekalan, Oscilator harmonis, Gelombang, Usaha, Daya
Elektromagnetik Elektrostatik, Listrik, Magnetisitas, Persamaan Maxwell Muatan listrik, Arus, Medan listrik, Medan magnet, Medan elektromagnetik, Radiasi elektromagnetis, Monopol magnetik
Termodinamika dan Mekanika statistik Mesin panas, Teori kinetis Konstanta Boltzmann, Entropi, Energi bebas, Panas, Fungsi partisi, Suhu
Mekanika kuantum Path integral formulation, Persamaan Schrödinger, Teori medan kuantum Hamiltonian, Partikel identik Konstanta Planck, Pengikatan kuantum, Oscilator harmonik kuantum, Fungsi gelombang, Energi titik-nol
Teori relativitas Relativitas khusus, Relativitas umum Prinsip ekuivalensi, Empat-momentum, Kerangka referensi, Waktu-ruang, Kecepatan cahaya

Bidang utama dalam fisika

Riset dalam fisika dibagi beberapa bidang yang mempelajari aspek yang berbeda dari dunia materi. Fisika benda kondensi, diperkirakan sebagai bidang fisika terbesar, mempelajari properti benda besar, seperti benda padat dan cairan yang kita temui setiap hari, yang berasal dari properti dan interaksi mutual dari atom. Bidang Fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan dengan individual atom dan molekul, dan cara mereka menyerap dan mengeluarkan cahaya. Bidang Fisika partikel, juga dikenal sebagai "Fisika energi-tinggi", mempelajari properti partikel super kecil yang jauh lebih kecil dari atom, termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya. Terakhir, bidang Astrofisika menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke jagad raya secara keseluruhan.
Bidang Sub-bidang Teori utama Konsep
Astrofisika Kosmologi, Ilmu planet, Fisika plasma Big Bang, Inflasi kosmik, Relativitas umum, Hukum gravitasi universal Lubang hitam, Latar belakang radiasi kosmik, Galaksi, Gravitasi, Radiasi Gravitasi, Planet, Tata surya, Bintang
Fisika atomik, molekul, dan optik Fisika atom, Fisika molekul, Optik, Photonik Optik quantum Difraksi, Radiasi elektromagnetik, Laser, Polarisasi, Garis spectral
Fisika partikel Fisika akselerator, Fisika nuklir Model standar, Teori penyatuan besar, teori-M Gaya Fundamental (gravitasi, elektromagnetik, lemah, kuat), Partikel elemen, Antimatter, Putar, Pengereman simetri spontan, Teori keseluruhan Energi vakum
Fisika benda kondensi Fisika benda padat, Fisika material, Fisika polimer, Material butiran Teori BCS, Gelombang Bloch, Gas Fermi, Cairan Fermi, Teori banyak-tubuh Fase (gas, cair, padat, Kondensat Bose-Einstein, superkonduktor, superfluid), Konduksi listrik, Magnetism, Pengorganisasian sendiri, Putar, Pengereman simetri spontan

Bidang yang berhubungan

Ada banyak area riset yang mencampur fisika dengan bidang lainnya. Contohnya, bidang biofisika yang mengkhususkan ke peranan prinsip fisika dalam sistem biologi, dan bidang kimia kuantum yang mempelajari bagaimana teori kuantum mekanik memberi peningkatan terhadap sifat kimia dari atom dan molekul. Beberapa didata di bawah:
Akustik - Astronomi - Biofisika - Fisika penghitungan - Elektronik - Teknik - Geofisika - Ilmu material - Fisika matematika - Fisika medis - Kimia Fisika - Dinamika kendaraan - Fisika Pendidikan

Teori palsu

Fusi dingin - Teori gravitasi dinamik - Luminiferous aether - Energi orgone - Teori bentuk tetap

Sejarah

Artikel utama: Sejarah fisika. Lihat juga Fisikawan terkenal dan Penghargaan Nobel dalam Fisika.
Sejak zaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya adalah sifat dari jagad raya, seperti bentuk Bumi dan sifat dari objek celestial seperti Matahari dan Bulan.
Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.
Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica ("prinsip matematika dari filsafat alam", dikenal sebagai Principia), memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Principia juga memuat beberapa teori dinamika fluida. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitasi memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Dari sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panasa juga dalam energi mekanika.
Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang elektromagnetik.