Melihat pelaksanaan pendidikan pada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA pada saat ini mengacu pada nilai akhir nasional dan nilai akhir sekolah yang prosesnya lepas dari KTSP. Dimana seharusnya guru mengajar menyiapkan Program Tahunan, Program Semester, Satuan Pendidikan (SP) dan Rencana Pelajaran (RP) yang sesuai dengan petunjuk KTSP, tapi ternyata siswa harus belajar mandiri dengan pancingan soal-soal Ujian Nasional (UN) sepuluh tahun yang lalu, yang sesuai dengan Setandar Kompetensi Kelulusan (SKL).
Mengapa KTSP tidak jalan sepenuhnya? jawabannya adalah kalender pendidikan yang kita programkan di program tahunan atau program semester mengalami perubahan secara tak terduga sehingga materi pelajaran yang sesuai dengan program semester juga harus berubah. Karena ada tuntutan bahwa Setandar Kompetensi Minimal (SKM) ditentukan 4,0 dan Pemerintah Dinas Pendidikan lantas mengubah sistem ulangannya dengan lima paket yang mungkin alasannya menghindari dari joki, sms liar, dll, ee ternyata .... maka guru juga ikut mengubah srtategi mengajarnya menjadi sistem bimbingan belajar (Bimbel) seperti kurikulum pendidikan diluar sekolah.
Ini nyata, Bapak-bapak/Ibu-ibu? Oleh karena itulah kita harus mau mengubah setrategi mengajar, perhatian orang tua, lingkungan, pemerintah, dan sebagainya. Itupun kalau kita ingin sukses di segala bidang, selamat dunia sampai akhirat. Dan lebih penting lagi adalah kita mau mengakui kesalahan, mau mengubah, hindari amarah, terus berdiskusi, ingat Alloh SWT, mohon ampun kepada Alloh SWT, karena hanya Dialah yang mempunyai ilmu itu, ilmu yang diberikan manusia cuma setetes air yaitu lautan yang bisa menyuburkan kehidupan di alam ini.
Menurut kami Bapak/Ibu! ...ya bagi-bagi penghasilanlah biar sekolah reguler melaksanakan KTSP nya dan guru diluar jam reguler bisa mencari tambahan penghasilan melalui lembaga bimbingan belajar, daripada ngojek.
Bagaimana pendapat anda yayayaya atau tidak?
Mengapa KTSP tidak jalan sepenuhnya? jawabannya adalah kalender pendidikan yang kita programkan di program tahunan atau program semester mengalami perubahan secara tak terduga sehingga materi pelajaran yang sesuai dengan program semester juga harus berubah. Karena ada tuntutan bahwa Setandar Kompetensi Minimal (SKM) ditentukan 4,0 dan Pemerintah Dinas Pendidikan lantas mengubah sistem ulangannya dengan lima paket yang mungkin alasannya menghindari dari joki, sms liar, dll, ee ternyata .... maka guru juga ikut mengubah srtategi mengajarnya menjadi sistem bimbingan belajar (Bimbel) seperti kurikulum pendidikan diluar sekolah.
Ini nyata, Bapak-bapak/Ibu-ibu? Oleh karena itulah kita harus mau mengubah setrategi mengajar, perhatian orang tua, lingkungan, pemerintah, dan sebagainya. Itupun kalau kita ingin sukses di segala bidang, selamat dunia sampai akhirat. Dan lebih penting lagi adalah kita mau mengakui kesalahan, mau mengubah, hindari amarah, terus berdiskusi, ingat Alloh SWT, mohon ampun kepada Alloh SWT, karena hanya Dialah yang mempunyai ilmu itu, ilmu yang diberikan manusia cuma setetes air yaitu lautan yang bisa menyuburkan kehidupan di alam ini.
Menurut kami Bapak/Ibu! ...ya bagi-bagi penghasilanlah biar sekolah reguler melaksanakan KTSP nya dan guru diluar jam reguler bisa mencari tambahan penghasilan melalui lembaga bimbingan belajar, daripada ngojek.
Bagaimana pendapat anda yayayaya atau tidak?