Melihat peristiwa tawuran yang di dominasi oleh para pelajar baik Mahasiswa maupun SLTA yang jiwanya masih labil dan serba kekurangan karena belum bekerja yang bisa menghasilkan uang dengan begitu diiming imingi uang oleh para pendendam maka langsung saja dilaksanakan tanpa pandang Agama/Budi pekerti yang luhur, semuanya jadi berantakan. Pendidikan Agama dalam kurikulum sangat sedikit ditambah apalagi gurunya kalau tidak mencerminkan sebagai guru agama yang santun dan berwibawa serta pemerintah tidak konsen dalam membina dan menyaring pengaruh luar mana yang harus diluruskan dan di bina dan jangan sekali-kali membinasakan siswa dengan cara mengeluarkan siswa dalam belajar. Kepala sekolah harus bisa mengkelompok-kelompokkan siswa sehingga siswa tidak terganggu dalam belajarnya. Dan pemerintah harus bisa menekan belajar siswa dengan mengikutkan dalam tim ujian nasional (UN). Jangan hanya gara-gara khilafiah saja UN PAI di gagalkan. Kepedulian pemerintahlah anak bangsa ini bisa menjadi pewaris bangsa yang handal. Jangan hiraukan pengaruh luar yang mempunyai sejarah yang berbeda dengan NRI ini sehingga kita lupa dengan karakter bangsa yang menyatakan "pelajaran di Indonesia terlalu banyak, cukup sedikit saja yang penting sesuai dengan pekerjaan". NRI tidak hanya menaggulangi pengangguran saja tapi secara keseluruan seperti keperluan rohani dan yang lainnya yang tak kala pentingnya. Kami sangat setuju NRI meng UN kan PAI. Sampai moral bangsa kembali disisi ibu pertiwi. Selamt berjuang demi negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar