Hasil pertemuan seorang ayah dan seorang ibu (orang tua) yaitu anak. Orang tua tidak hanya senangnya saja tapi juga sedihnya untuk menerima titipan Tuhan. Anak memang bukan milik kita yang hanya bisa disuruh-suruh saja, tetapi orang tua dititipi untuk merawat, mengasihi, menyayangi, melindungi, supaya jiwanya tidak terlepas dari raganya. Jiwa membutuhkan ilmu pengetahuan, raga membutuhkan sandang dan pangan. Jiwa dan raga adalah merupakan satu kesatuan yang tak boleh dipisahkan. Ini tugas kita supaya anak tetap hidup. Kalau orang tua tidak pernah merasa memiliki maka anakpun juga tidak pernah merasa memiliki orang tua maka apa yang terjadi! Anak adalah titipan untuk dimiliki supaya bisa dididik, diajari, diberikan contoh bagaimana menyelesaikan masalah sehingga dewasa kelak jadi anak soleh berbagti kepada orang tua, agama, nusa, dan bangsa. Bukan malah jadi musuh yang melawan siapapun. Disuruh-suruh merupakan bentuk kasih sayang orang tua kepada anak. Untuk mencapai kedewasaan prosesnya membutuhkan waktu dan kecepatan dalam berbuat sehingga mendapatkan sesuatu yang bisa memuaskan. Jadi dapat disimpulkan anak adalah titipan yang diberikan kepada kita untuk bisa dimiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar