SMAN 3 PPU dirintis mulai bulan 01 Juli 2002 di Semoi 1 , Kec. Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara, 10 km dari Kecamatan, sekarang Hijrah ke sepaku III 500 m dari Kecamatan Sepaku, 90 km dari DISDIKPORA PPU. Dikerjakan oaleh para Guru dan TU masih honor. Didukung oleh warga desa, Kecamatan, Kabupaten PPU, dan Pemerintah Pusat yang selalu memperhatikan segala kekurangan. Kami ucapkan terimakasih semoga berkah bermanfaat bagi kita semua.
Selasa, 15 September 2015
POSISI KITA SEBAGAI PENDIDIK
Kihajar Dewantoro adalah tokoh pendidikan pernah berpesan "ing ngarso song tolodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani". Disini kita akan mencoba mensikapi sebenarnya posisi kita ada dimana!ayo bersama-sama kita fikirkan. Kata kunci ada tiga yaitu siapa yang didepan, siapa yang ditengah, dan siapa yang dibelakang. Ketiga kunci ini tidak bisa dipisah-pisahkan,sekali terpisah maka kehancuran/kerisauan yang akan muncul. Dan anehnya kemunculan kerisuan itu dianggap sebagai prestasi yang unggul. Kalau kerisauan itu dijadikan unggulan utama dalam suatu pemerintahan, maka yang perlu diperbaiki adalah orang yang ada didepan, ditengah, dan yang dibelakang. Siapakah orang yang didepan, orang yang ditengah, orang yang dibelakang?... Anda ingin tahu?...kalau inin tahu perhatikan isyarat dari Kihajar Dewantoro.Didalam pendidikan "Guru" didepan sebagai contoh yang baik yang selalu memberi contoh-contoh masalah (soal) dan bagaimana cara menyelesaikan (menjawab)dengan baik sampai terbentuk karakter (kebiasaan)dan jadi pekerja yang profesional.Ditengah ada pemerintah yang selalu mengayomi, yaitu selalu melayani kebutuhan berupa sarana prasaran seperti gedung dan isinya, keadilan,keamanan, keselamatan,kurikulum, kesiswaan, dan kebutuhan lain yang serba mendadak. sedangkan orang tua murid di belakang selalu mengawasi/mengarahkan anaknya pasti berangkat atau masuk dan mengikuti kegiatan belajar di sekolah, dan memberi bekal anak-anaknya yang sedang belajar, kalau perlu ikut membantu menghidupkan sekolahan supaya berprestasi, baik dari segi matrial maupun sepritual,sehingga punya rasa memiliki sekolahan yang digunakan untuk anaknya sedang belajar.Ingat pajak kita terbatas maka dana untunk mengayomi juga terbatas, jangan boros, kalau anda boros anak-anakmu tidak kebagian apa-apa.Oke? ...Semoga kita selamat dunia akhirat, amin yarobbal Alamin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar