Kamis, 28 Agustus 2014

ADA BUKU KARENA ADA GURU

Kembali teringat difikiran wali murid SMP 16 Sungai Kunjang mengukir "Oknum Guru Jual Buku" untuk seluruh Indonesia. Guru kembali disalah-salahkan masalah buku pelajaran yang digunakan untuk membimbing anak didiknya yaitu anak-anak Bapak/Ibu semua. Sementara itu pemerintah memberi janji akan diadakan buku gratis, namun terlambat, sedangkan guru dan murit sangat memerlukan yang waktunya sesuai dengan kalender pendidikan. Kalau memang tidak sanggup Bapak/Ibu wali murit jangan terlalu memaksa mencetak buku-buku yang sama dalam waktu yang sama untuk seluruh Indonesia. Semua itu serahkanlah pada ahlinya yaitu para penerbit buku yang isinya diperoleh dari Bapak/Ibu Guru yang sedang meningkatkan golongannya. Dan hasil karyanya bisa dilelang melalui pameran buku se Indonesia. Jadi kalau ada buku yang tidak laku janganlah membuat profokator dengan kata-kata yang misalnya Oknum Guru Jual Buku ataukah kata yang lain yang diperundangkan. Itu semua bisa membuat tugas-tugas guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terhambat dan kacau. Lagipula kena apa harus ribut-ribut yang berhak menentukan buku itu guru, bukan orang lain. Buku adalah pegangan guru yang isinya untuk disampaikan ke anak didik. Yang membuat buku adalah guru kerja sama dengan satu percetakan atau banyak percetaan tergantung dari kemampuan guru dan percetakannya. Kalau ingin tau sejarah buku ingatlah empat kitab yang diberikan kepada empat Rosululloh SAW. yaitu Zabur, Taurot, Injil, dan AlQuran dibuat untuk pedoman hidup kaumnya di dunia ini sampai hidup di akhirat nanti. Lihat Al Quran Surat Al Alaq "Ikro' bismirobbikalladiholak" artinya bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Kata bacalah diulang-ulang sampai tiga kali, artinya bacalah apa saja yang ada di dunia ini dan "bil kolam" tulislah dengan pena. Lihat Al Quran Surat Al Bakoroh "dalikal kitabula roibafih, hudallil muttakin" yang maksudnya buat kitab karena berguna sebagai petunjuk bagi orang-orang yang takut berbuat salah. Surat Annur "Amsalabinnas" maksudnya ajarilah dengan contoh-contoh yang benar.Bapak/Ibu kalaulah mau berbisnis yang baik dan benarlah jangan mengganggu tugas guru dalam membimbing anak bangsa. Tugas guru itu sepanjang hayat, bukan hanya 24-40 jam per minggu saja, kalaulah honornya ditambah oleh pemerintah jangan cemburu sampai memperberat lagi tugas guru dalam bentuk yang lain-lain. Anda piter karena guru, kenapa anda sekarang mengencingi guru. Tolong jangan diteruskan kebencian itu terus berlangsung. Bersyukurlah kepada guru yang memberi tahu tentang Ilmu Alloh SWT sebelum kutukan atau azab datang. Guru sangat paham apa-apa saja yang akan diberikan siswanya. Guru bukan mahasiswa yang masih belajar membuat perangkat mengajar saja. Tapi guru itu sudah profesional yang serba siap. Mengajar dikelas saja waktunya kurang, eh masih ditambai yang lain kalau tidak pangkatnya akan terancam ataukah yang lain seperti dikucilkankah, diancam gajihnya dipotong. Itu kegiatan memperberat tugas guru. Cobalah kerja dengan ikhlas supaya tidak sakit hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar